Turko-Mongol
Turko-Mongol atau tradisi Turko-Mongol adalah sebuah sintesis kebudayaan yang berkembang pada awal abad ke-14, di kalangan pemerintahan elit dari negara-negara penerus Kekaisaran Mongol seperti Kekhanan Chagatai dan Gerombolan Emas. Kalangan elit tersebut mengadopsi rumpun bahasa Turkic dan agama-agama berbeda seperti Buddha dan Islam, sementara mempertahankan lembaga-lembaga hukum dan politik Mongol.[1] Beberapa negara Asia Tengah pada masa berikutnya sangat memegang tradisi tersebut, yang meliputi Kekaisaran Timuriyah, Kekhanan Kazakh, Kekhanan Kazan, Kekhanan Nogai, Kekhanan Krimea dan Kekaisaran Mughal.

Referensi
sunting- ^ Beatrice Forbes Manz (1989). The Rise and Rule of Tamerlane. Cambridge University Press. hlm. 6–9. ISBN 978-0-521-34595-8.