Stasiun Tempel
Stasiun Tempel (TPL) adalah stasiun kereta api nonaktif yang terletak di Lumbungrejo, Tempel, Sleman. Stasiun ini termasuk dalam Wilayah Penjagaan Aset VI Yogyakarta. Stasiun ini terletak tidak jauh dari Jembatan Krasak yang menjadi tapal batas antara Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta; juga berdekatan dengan Pasar Tempel.
Stasiun Tempel
| ||
---|---|---|
Lokasi |
| |
Koordinat | 7°38′47.810″S 110°19′23.819″E / 7.64661389°S 110.32328306°E | |
Operator | ||
Letak | ||
Layanan | - | |
Konstruksi | ||
Jenis struktur | Atas tanah | |
Informasi lain | ||
Kode stasiun |
| |
Sejarah | ||
Dibuka | 1 Juli 1898 | |
Ditutup | 5 Maret 1975 | |
Cagar budaya Indonesia Bekas Stasiun Tempel | ||
Kategori | Bangunan | |
No. Regnas | KB003562 | |
No. SK | 5.9/Kep.KDH/A/2018 | |
Tanggal SK | 9 Januari 2018 | |
Nama sebagaimana tercantum dalam Sistem Registrasi Nasional Cagar Budaya | ||
Lokasi pada peta | ||
Stasiun ini dahulu dibangun sebagai bagian dari jalur kereta api Yogyakarta–Magelang oleh Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS), yang dibuka pada tanggal 1 Juli 1898.[3] Bangunan stasiun ini kemudian dirombak dengan arsitektur bergaya 1950-an, dari yang semula semipermanen. Namun jalur dan semua stasiun di lintas ini dinonaktifkan menyusul letusan Gunung Merapi pada tahun 1972 hingga 1974 yang menyebabkan banjir lahar dingin pada November 1974 serta menyebabkan terputusnya Jembatan Krasak pada awal tahun 1975.[4][5] Berdasarkan keterangan resmi dari KAI, jalur ini ditutup pada 5 Maret 1975 menyusul insiden banjir lahar tersebut.[6]
Namun ada sisa-sisa bagian stasiun yang masih asli, yaitu lantainya yang persegi dengan warna dasar agak kekuningan. Sisa rel dan wesel juga masih dapat dilihat di dekat gudang. Besi-besi tua yang ada di situ mirip dengan yang ada di Stasiun Palbapang. Beberapa rumah dinas PJKA juga ditemui di sekitar stasiun ini. Asetnya masih dikuasai oleh PT KAI.[7][8]
Di ujung utara stasiun ini ada Jembatan Krasak. Jembatan Krasak pernah terkena banjir lahar Gunung Merapi pada awal tahun 1975 sehingga membuat jembatan itu ambruk ke sungai. Gara-gara jembatan ini ambruk, KA dari Stasiun Yogyakarta hanya sampai Tempel, dan tidak dapat melanjutkan perjalanan ke Magelang. Jembatan ini adalah pembatas Daerah Istimewa Yogyakarta dan provinsi Jawa Tengah.[9]
Galeri
sunting-
Stasiun Tempel tempoh doeloe.
(Dok. Tropenmuseum) -
Bekas gudang di dekat stasiun Tempel. Kini menjadi sekretariat Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI).
-
Dari emplasemen, 2014.
Referensi
sunting- ^ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero).
- ^ Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 1 Januari 2020.
- ^ Archiv Für Eisenbahnwesen. 58. 1935.
- ^ "Stasiun Medari Pernah Dibumihanguskan - Tribun Jogja". Tribun Jogja. 2014-02-05. Diakses tanggal 2018-10-18.
- ^ "Lahar, Lindu, Longsor, dan Lainnya Itu..." Tempo. 5: 45–48.
- ^ Dokumen Lintas Cabang yang Masih Aktif dan Tidak Aktif (PPK.8-2011/OR/ORP-KP.BD). Bandung: Kereta Api Indonesia.
- ^ "Bekas Stasiun Tempel Sleman, Kini Berfungsi Menjadi Taman Kanak-Kanak | TeamTouring". teamtouring.net (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari versi asli tanggal 2018-10-19. Diakses tanggal 2018-10-19.
- ^ Kurniawan, Hendy (2014-02-04). "Bekas Jalur Rel Kereta Api Yogya-Magelang Mayoritas Disewa Penduduk". Tribunnews.com. Diakses tanggal 2018-10-19.
- ^ Kurniawan, Hendy (2014-02-05). "Stasiun Medari Pernah Dibumihanguskan". Tribunnews.com. Diakses tanggal 2018-10-18.
Stasiun sebelumnya | Lintas Kereta Api Indonesia | Stasiun berikutnya | ||
---|---|---|---|---|
Semen menuju Secang
|
Secang–Yogyakarta | Ngebong menuju Yogyakarta
|