Penelitian kuantitatif
Penelitian kuantitatif adalah penelitian ilmiah yang sistematis terhadap bagian-bagian dan fenomena serta kausalitas hubungan-hubungannya. Tujuan penelitian kuantitatif adalah mengembangkan dan menggunakan model-model matematis, teori-teori dan/atau hipotesis yang berkaitan dengan suatu fenomena. Proses pengukuran adalah bagian yang sentral dalam penelitian kuantitatif karena hal ini memberikan hubungan yang fundamental antara pengamatan empiris dan ekspresi matematis dari hubungan-hubungan kuantitatif.

Penelitian kuantitatif banyak digunakan baik dalam ilmu alam maupun ilmu sosial, dari fisika dan biologi hingga sosiologi dan jurnalisme. Pendekatan ini juga digunakan sebagai cara untuk meneliti berbagai aspek dari pendidikan. Istilah penelitian kuantitatif sering dipergunakan dalam ilmu-ilmu sosial untuk membedakannya dengan penelitian kualitatif.
Jadi penelitian kuantitatif adalah penyelidikan fenomena sosial yang berbasis pengujian teori yang terdiri dari variabel-variabel yang diukur dengan angka dan dianalisis dengan prosedur statistik untuk memastikan kebenaran dan ketepatan generalisasi prediktif teori terkait.[1]
Populasi dan Sampel
suntingPenelitian kuantitatif adalah metode pengukuran data kuantitatif dan statistika objektif melalui perhitungan ilmiah berasal dari sampel orang-orang atau penduduk yang diminta menjawab sejumlah pertanyaan tentang survei untuk menentukan frekuensi dan persentase tanggapan mereka. Populasi tidak hanya berupa manusia, populasi dapat pula berupa objek ataupun benda benda alam lainnya. Populasi bukan hanya sekedar jumlah namun pada objek/subjek yang di pelajari, tetapi meliputi seluruh karakteristik/ sifat yang dimiliki oleh subjek atau objek itu.[2]
Contoh: 240 orang, 79% dari populasi sampel, mengatakan bahwa mereka lebih percaya pada diri mereka pribadi masa depan mereka dari setahun yang lalu hingga hari ini. Menurut ketentuan ukuran sampel statistik yang berlaku, maka 79% dari penemuan dapat diproyeksikan ke seluruh populasi dari sampel yang telah dipilih. pengambilan data ini adalah disebut sebagai survei kuantitatif atau penelitian kuantitatif.
Ukuran sampel untuk survei oleh statistik dihitung dengan menggunakan rumusan untuk menentukan seberapa besar ukuran sampel yang diperlukan dari suatu populasi untuk mencapai hasil dengan tingkat akurasi yang dapat diterima. Peneliti mencari ukuran sampel yang akan menghasilkan temuan dengan minimal 95% tingkat keyakinan (yang berarti bahwa jika Anda survei diulang 100 kali, 95 kali dari seratus, Anda akan mendapatkan respon yang sama) dan plus/minus 5 persentase poin margin dari kesalahan. Banyak survei sampel dirancang untuk menghasilkan margin yang lebih kecil dari kesalahan.
Beberapa survei dengan melalui pertanyaan tertulis dan tes, kriteria yang sesuai untuk memilih metode dan teknologi untuk mengumpulkan informasi dari berbagai macam responden survei, survei dan administrasi statistik analisis dan pelaporan semua layanan yang diberikan oleh pengantar komunikasi. Namun, oleh karena sifat teknisnya metode pilihan pada survei atau penelitian oleh karena sifat teknis, maka topik yang lain tidak tercakup dalam cakupan ini.
Ciri-Ciri Penelitian Kuantitatif
sunting- Instrumen yang digunakan telah ditentukan sebelumnya dan tertata dengan baik.Instrumen yang biasa dipakai adalah angket (kuesioner).[3]
- Tidak banyak memberi peluang bagi fleksibilitas, masukan imajinatif dan refleksitas.
- Masalah kuantitatif lebih umum memiliki wilayah yang luas, tingkat variasi yang kompleks
- Pembahasan lebih pada permukaan atau tidak mendalam
Model Penelitian
suntingMenurut Bryman terdapat 4 (empat) model dalam menggabungkan penelitian dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif, yaitu :
1. Penelitian kualitatif digunakan untuk memfasilitasi penelitian kuantitatif.
2. Penelitian kuantitatif digunakan untuk memfasilitasi penelitian kualitatif
3. Kedua pendekatan diberikan bobot yang sama
4. Triangulasi
Format
suntingFormat penelitian kuantitatif dalam ilmu sosial tergantung pada permasalahan dan tujuan penelitian itu sendiri. Ada dua format penelitian kuantitatif berdasarkan paradigma dominan dalam metodologi penelitian kuantitatif, yaitu format deskriptif dan format ekspalanasi.[4]
Format Deskriptif
suntingPenelitian kuantiatif dengan format deskriptif bertujuan untuk menjelaskan, meringkaskan berbagai kondisi, berbagai situasi, atau berbagai variabel yang timbul di masyarakat yang menjadi objek penelitian itu berdasarkan apa yang terjadi. Kemudian mengangkat ke permukaan karakter atau gambaran tentang kondisi, situasi, ataupun variabel tersebut. Pada umumnya, penelitian ini menggunakan statistik induktif untuk menganalisis data penelitiannya. Format deksriptif ini dapat dilakukan pada penelitian studi kasus atau format deskriptif survei.
Format Eksplanasi
suntingFormat eksplanasi dimaksud untuk menjelaskan suatu generalisasi sampel terhadap populasinya atau menjelaskan hubungan, perbedaan atau pengaruh satu variabel dengan variabel yang lain. Karena itu penelitian eksplanasi menggunakan sampel dan hipotesis. Untuk menguji hipotesis digunakan statistik inferensial. Beberapa pakar mengatakan format eksplanasi digunakan untuk mengembangkan dan menyempurkan teori. Juga dikatakan penelitian eksplanasi memiliki kredibilitas untuk mengukur, menguji hubungan sebab-akibat dari dua atau beberapa variabel dengan menggunakan analisis statistik inferensial itu.
Hipotesis
suntingHipotesis adalah suatu kesimpulan yang masih kurang atau kesimpulan yang masih belum sempurna. Pengertian ini kemudian diperluas dengan maksud sebagai kesimpulan penelitian yang belum sempurna, sehingga perlu disempurnakan dengan membuktikan kebenaran hipotesis itu melalui penelitian. Pembuktian itu hanya dapat dilakukan dengan menguji hipotesis dimaksud dengan data di lapangan.
Merancang Hipotesis
suntingFormulasi hipotesis harus memenuhi beberapa syarat sebagai berikut ini:
- Sebuah hipotesis disajikan dalam formulasi konsisten login. Hipotesis harus dirumuskan sedemikian rupa sehingga konsekuensi mutlak yang dilahirkan darinya, tidak merupakan sesuatu yang berlawanan atau sesuatu yang inkonsistensi.
- Penggunaan prinsip ekonomis. Sesuatu yang tidak penting dan tidak diujikan serta tidak diperlukan secara formal, tidak perlu dimasukkan ke dalam formulasi hipotesis.
- Hipotesis diajukan dengan kemungkinan pengujiannya. Hipotesis dibuat dengan suatu kemungkinan bahwa hipotesis tersebut nantinya dapat diuji.
- Hipotesis harus spesifik dan tidak menggunakan bahasa yang ambigu. Hipotesis harus dapat diuji secara empiris serta dapat menjabarkan ramalam yang dapat diuji kebenarannya.
- Acuan empiris ditentukan secara tegas. Hipotesis tidak dapat melepaskan diri dari jangkauan konsep yang telah didefinisikan.
Bentuk Hipotesis
sunting- Hipotesis Nol (Ho)
- Hipotesis Alternatif (Ha)
- Hipotesis Kerja (Hk)
Penggunaan Hipotesis dalam Penelitian Kuantitatif
suntingPada penelitian-penelitian kuantitatif eksplanatif, penggunaan hipotesis dianggap persoalan yang sangat penting. Akan tetapi, pada penelitian-penelitian kuantitatif deskriptif, penggunaan hipotesis tidak lebih penting seperti yang diperlakukan pada penelitian kuantitatif eksplanatif. Hal tersebut disebabkan karena kuantitatif deskriptif tidak bertujuan untuk menguji hipotesis, tetapi hanya mendeskripsikan ataupun sekedar mengidentifikasi data.
Referensi
sunting- ^ Sujarwoto, Sujarwoto (2021). Analisis dan Interpretasi Data Riset Administrasi Publik (Suplemen) (PDF). Tangerang Selatan: Universitas Terbuka. hlm. 4. ISBN 9786233121293.
- ^ Firmansyah; Irnandi, Irfan; Purwati, Purwati; Haryanto, Haryanto (2022-04-30). "KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA KELAS VI SD NEGERI DAN SWASTA PADA MASA PANDEMI". Jurnal Cakrawala Pendas (dalam bahasa Inggris). 8 (2): 420–427. doi:10.31949/jcp.v8i2.2132. ISSN 2579-4442.
- ^ Kominfo (2011). "PENELITIAN KUANTITATIF DAN KUALITATIF SERTA
PEMIKIRAN DASAR MENGGABUNGKANNYA". STUDI KOMUNIKASI DAN MEDIA. 15 (1). line feed character di
|title=
pada posisi 44 (bantuan) - ^ Bungin, Burhan (2005). Metodologi Penelitian Kuantitatif: Edisi Kedua. Jakarta: PRENADAMEDIA GROUP. hlm. 43–46. ISBN 9789793465821.
Lihat pula
suntingPranala luar
sunting- John W. Creswell, Research design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches, SAGE, 2003, ISBN 0-7619-2442-6 ISBN 978-0-7619-2442-5