Predator puncak
Predator puncak atau pemangsa puncak adalah jenis predator berada di atas puncak rantai makanan dan tidak memiliki predator yang memangsanya.[3] Istilah ini secara umum diterapkan ketika membahas dinamika trofik, di mana predator puncak menempati tingkatan trofik tertinggi. Predator puncak sebagai konsep diterapkan dalam berbagai kajian ekologi seperti ekowisata dan konservasi alam.
Binatang dapat menjadi predator puncak pada beberapa lingkungan tetapi tidak di tempat lain. Beberapa spesies berakhir pada rantai makanan panjang, ketika mereka memiliki peran penting untuk memelihara kesehatan ekosistem, dan beberapa predator pada akhir rantai makanan hanya memiliki 3 tahap (rumput→rusa→serigala). Beberapa seperti beruang, hiena, buaya, serigala, anjing besar, hiu, komodo, dan paus pembunuh adalah pemakan manusia, walaupun mereka menghindari manusia.
Referensi
sunting- ^ Ridwan, Iwan; At, Mulyadi; Rusli, Abdul Rahman (2014). "Pemantauan Ekologi Sarang Elang Jawa (Spizaets bartelsi) di Wilayah Hutan Cikaniki Taman Nasional Gunung Halimun Salak". Jurnal Nusa Sylva. 14 (2): 44-47. doi:10.31938/jns.v14i2.153.
- ^ Sulistyadi, Eko (2012). "Komunitas Mamalia Besar Gunung Slamet". Dalam Maryanto, Ibnu; Noerdjito, Mas; Partomihardjo, Tukin. Ekologi Gunung Slamet (PDF). Jakarta: LIPI Press. hlm. 121–134.
- ^ "Jean-Michel Cousteau : Ocean Adventures . Glossary | PBS". www.pbs.org. Diakses tanggal 2025-04-03.
Pranala luar
sunting- "Man-eating lions not aberrant, experts say," National Geographic News, 4 Januari 2004
- "Making the Case for Man-Eaters," National Geographic Today, 9 Oktober 2003
- "Native Carnivores in the Southern Rockies Diarsipkan 2006-09-28 di Wayback Machine.